Rekomendasi Aqiqah Cimanggis

ADHAAN HARUS DITERITKAN DI TELINGA KANAN BAYI. : –

Hukum Adzan di telinga kanan bayi yang baru lahir lebih diutamakan menurut banyak ulama, berdasarkan Ijmaa dan seorang ulama berbeda pendapat mengenai keaslian hadits, karena beberapa ulama mengklasifikasikannya hasan, sedangkan di sisi lain ulama mengelompokkan mereka. mereka daeef (lemah).

Dikisahkan ‘Ubaidullah bin Abi Rafi’:

Bahwa ayahnya berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW mengucapkan Adzan di telinga Al-Hasan bin ‘Ali – ketika ia lahir dari Fatimah – Adzan Salat.”

SUNAN TIRMIDHI (Vol. 3, Buku 17, Hadits 1514)
ABU DAWOOD (Buku 41, Hadits 5086)

IMAM TIRMIDHI MENGATAKAN: –

Hasan.

(SUNAN TIRMIDHI 1514)

IBNE MULQEEN MENGATAKAN: –

Hadits Hasan.

(TAHFATUL MUHTAZ 2/539)

IMAM NAWAWI MENGATAKAN: –

Sahih.

(MAJMOO 8/434)

BEASISWA YANG KELAS DI ATAS HADEES DAEEF.

MUBARAKFOORI MENGATAKAN: –

Daeef.

(TUHFATUL AWADH 4/455)

SAYA PUNYA ALBANIA SEKARANG: –

daeef.

(NAMA TIRMIDHI 1514, ABU DAWOOD 5105, AL-KALIM AT-TAYYAB 211)

Mayoritas ulama menggolongkan Hadis ini lemah karena (A’sim Bin O’baid Allah) yang tergolong lemah, Rantai lain yang dikutip oleh Ibn Hajr al Asqalani dalam Matalib al Aliya, Surat Aqiqathen juga lemah karena narator Yahya ibn al-‘Alaa yang merupakan Matrook Muttaham bil Kadhib.

Dan dengan demikian, tidak ada Hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi (saw) memberikan Adzan atau Iqama di telinga Hussain (ra) atau Hassan (ra). Beberapa orang mengatakan itu adalah tindakan yang dilakukan oleh Umar bin Abdulaziz dan Ibn Al-Munthir (Semoga Allah meridhoi mereka) dan oleh beberapa salaaf. Namun, meski hadits shahih tidak ada, namun ada ijmah umat bahwa adzan di telinga bayi yang baru lahir bisa diberikan. Aqiqah cimanggis

IMAAM SUYUTI MENGATAKAN: –

Tindakan ini memiliki Talqi bil Qabool (Ijmaa) meskipun rantai hadits ini bukan Shahih

(TADREEB AR-RAAWI 1/66)

Para ulama seperti Imam Malik dan Al-Shabramalsi al-Shaafa’i (semoga Allah mengasihani dia) (Lihat Nihaayat al-Muhtaaj, 8/149) telah setuju untuk ini, lihat Haashiyat al-Tablaawi ‘ala Tuhfat al-Muhtaaj, 1 / 461)

IMAM TIRMIDHI MENGATAKAN: –

Imam tirmidzi dalam sunannya saat menyebutkan hadits, berkata “dan ini amalan atas” yang berarti bahwa amalan Adzan ini dipraktikkan pada masa Muslim pada masanya dan pendahulu mereka dan bahkan Mubarakpoori menyetujui hal ini. Demikianlah seseorang dapat mengucapkan adzan di telinga seorang yang baru lahir karena di atasnya ada ijmah.

KATA MUSLIM IMAM: –

Imam Muslim menulis di bawah Buku # 4, Hadis 1995, kitab-ul-jana’iz (Buku yang berhubungan dengan orang mati). Seorang Muslim diterima di dunia ini dengan Adzan dan lqama dan dia diberikan pengantaran dengan doa dan permohonan kepada Allah karena telah memperlakukannya dengan baik di rumah surgawinya. Tidak ada Adzan maupun Iqama dalam doa pemakaman yang memiliki makna yang sangat dalam. Ini menyiratkan bahwa Adzan dan lqama untuk sholat jenazah telah diucapkan pada saat kelahirannya.

CATATAN :-

Iqaamah tidak terbukti.

HADEET TENTANG RECITING IQAAMAH DI TELINGA KIRI. : –

Hadits dimana dikatakan bahwa nabi (saw) memberikan Iqaamah di telinga…. Telah diklasifikasikan oleh Jumhoor menjadi da’eef. Albani yang telah mengatakan sebelumnya bahwa iqamaah ini adalah shaadh dan dha’if dalam Silsilatul Ahaadeeth Ad-Da’eefah # 321 dan Al-‘Irwaa ‘# 1174, kemudian dalam karyanya yang terakhir seperti yang diinformasikan oleh salah satu muridnya, mencabut nya keputusan dan mengubah dakwah menjadi Maudoo ‘dan Allah Maha Tahu.

________________________________________________________________________________

Baca Juga: Jual Rumah Kayu Knock Down Harga Murah

SIRKUMSI. : –

Sunat adalah bagian dari Sunan al-Fitrah (praktik yang berkaitan dengan kecenderungan murni dan alami manusia). Ini wajib dalam kasus anak laki-laki karena berhubungan dengan masalah kemurnian yang merupakan syarat penting dalam shalat.

Abu Huraira melaporkan:

Lima adalah tindakan fitra: sunat, mencabut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, mencabut rambut di bawah ketiak.

SAHIH BUKHARI (Vol. 7, Buku 72, Hadits 777)
SAHIH BUKHARI (Vol. 7, Buku 72, Hadits 779)
SAHIH BUKHARI (Vol. 8, Buku 74, Hadits 312)
SUNAN NASEEI (Vol. 6, Buku 2, Hadits 5046)
SUNAN NASEEI (Vol. 6, Buku 2, Hadits 5047)
SUNAN NASEEI (Vol. 6, Buku 2, Hadits 5227)
SUNAN NASEEI (Vol. 1, Buku 1, Hadits 9)
SUNAN NASEEI (Vol. 1, Buku 1, Hadits 10)
SUNAN NASEEI (Vol. 1, Buku 1, Hadits 11)
SAHIH MUSLIM (Buku 2, Hadits 495)
SAHIH MUSLIM (Buku 2, Hadits 496)
ABU DAWOOD (Buku 34, Hadits 4186)

Diriwayatkan bahwa Talq bin Habib berkata:

“Sepuluh hal berasal dari Sunnah: Menggunakan siwak, memotong kumis, membilas mulut, membilas hidung, membiarkan jenggot tumbuh, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, sunat, mencukur kemaluan dan mencuci bagian belakang.” (Sahih)

SUNAN NASEEI (Vol. 6, Buku 2, Hadits 5045)

WAKTU UNTUK SIRKUMSI: –

Lebih baik sunat dilakukan ketika anak masih kecil, karena itu lebih baik kepada anak, dan agar anak bisa tumbuh dalam bentuk yang sempurna.

AL-NAWAWI MENGATAKAN: –

Wali anak wajib disunat ketika masih kecil, karena hal itu baik kepadanya.

(AL-MAJMOO 1/351)

Diriwayatkan bahwa Jaabir bersabda: Rasulullah SAW melakukan aqiqah untuk al-Hasan dan al-Husain, dan dia menyunat mereka ketika mereka berusia tujuh hari.

SUNAN KUBRA (HADITH 17006)
SUNAN BAIHAQI (8/324)
TABRANI (HADITH 6704)

SUMBER: –

TABRANI.

Leave a Comment