Puluhan Nuri Merah Asal Kepulauan Seram Gagal Diselundupkan

Dirjen Rumah Konservasi Mata air Daya Alam Ekosistem (BKSDAE), Ir Wiratno menyebarkan 70 buntut Nuri Merah asal Maluku.

Rilis perkara pengangkutan 70 ekor Nuri Merah (Red Lory Eos Bornea), digelar di lantai 2 Swissbell Hotel, Pantai Losari Makassar, Pada rilis ini, 70 ekor Nuri Merah yang terungkap 26 Oktober 2018 di Tempat singgah Soekarno-Hatta Kota Makassar, asal dari Kepulauan Seram, Ambon, Maluku.

“Tahukah kalian berapa bayaran burung ini jika diperjualbelikan, ya tidak ada tarif yang bisa membelinya. Harganya ya itu wajib kita lindungi ini,” ungkap Wiratno.

Dalam rilis itu memang tidak dihadirkan burung yang dibanderol dengan bayaran Rp 600 ribu per belakang di pasar gelap, karena dipersiapkan untuk dikirim ke Ambon.

“Mau tidak mau patut kita kembalikan mereka (burung Nuri Merah) ke Ambon, karena iklim di sana paling pantas agar ini tidak miskin masa mendatang,” ujarnya.

Seperti Ketahuan beberapa waktu lalu pengungkapan 70 Red Lory ini dilakukan oleh tim gabungan Polres Tempat singgah Makassar pada kapal Feri Dharma Kartika III.

Saat itu kata Wiratno, pihak kepolisian mengantongi dua kandang berdimensi 35 x 50 x 70 sentimeter berisikan 70 ekor burung yang rencananya dapat ke Jawa.

Namun sesudah diketahui tim Polres Persinggahan Makassar, kemudian trik koordinasi dengan pihak BKSDA Sulsel untuk adanya pengamanan sementara.

Aktual 74, tapi karena ini delapan hari dirawat di keadaan yang memang tidak beri dukungan maka beberapa mati, valid tinggal 70 Ekor tambah Wiratno.

Lihat juga : burung nuri tanau

Dalam rilis 70 burung asal Maluku ini, Dirjen KSDAE Wiratno didampingi Kepala BKSDA Maluku Muhtar Amin Ahmadi, dan BKSDA Sulsel Johanis Pemandi.

Selanjutnya rilis ini dihadiri pula dari segenap populasi cinta burung, Perbakin, pihak Polri dan TNI, pegawai BKSDA Sulsel dan Maluku, juga dari BKSDA Bau-bau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *